Wellcome to Cunting Cup 2004

Cocak Rawa dalam Perawatan

Selasa, 18 Mei 2010.

Ocehan Cocak Rawa-ku dalam Perawatan dan Lomba :

Ketika burung Muray saya mulai menurun dalam artian sudah tidak bisa tampil maksimal lagi dalam lomba-lomba, saya beralih ke burung cocak rawa yang saya dapatkan dari serang rekan kicau mania di Tegal melaui info dari Mr. Bejo seharga Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah. Menurut informasinya burung tersebut belum pernah ditampilkan dalam lomba-lomba burung berkicau baik lokal maupun tingkat Nasional. Ketika burung Cocak Rawa sudah deal saya beli, mulailah saya merawatnya seperti burung lainnya yang pernah saya pelihara sebelumnya. Perawatan burung cocak Rawa ini memang lebih mudah dibandingkan burung-burung lain seperti Muray Batu, Anis Merah, Anis kembang, Kacer, dan sebagainya. Burung Cocak Rawa tersebut, cukup diberi makan buah pisang dan makanan voor dari berbagai jenis merk makanan. Cocak Rawa merupakan burung yang tidak mudah stress serta tahan mental terhadap perubahan cuaca atau iklim. Semua burung cocak rawa baik itu perempuan atau laki mengeluarkan ocehannya hanya saja yang membedakannya pada power suaranya. Burung Cocak Rawa yang bagus adalah yang mengeluarkan suara” palasan dan beropel” panjang, dan bila kita mendengakannya seperti ocehan burung yang saling bersautan dan menyambung panjang bagaikan suara gemericiknya air. Selain itu ada tipe ocehan yang semi ropel dan ada juga cocak rawa yang ocehannya engkel. Dari tipe-tipe suara cocak rawa tersebut, yang menjadi perawatan saya adalah Cocak Rawa yang engkel tentunya sesuai dengan harga burung itu sendiri. Burung Cocak Rawa yang ocehannya ropel harganya memang relatif mahal, Cocak Rawa yang super harganya bisa mencapai diatas puluhan juta rupiah. Burung Cocak Rawa adalah burung yang tergolong pemakan buah-buahan dan serangga ini, kebanyakan di Indonesia berasal dari daratan Pulau Kalimantan.

Ok, cerita tentang jenis, tipe suara, serta harga burung Cocak Rawa tersebut diatas sekedar mengawali artikel “ Ocehan Cocak Rawa-ku dalam Perawatan dan Lomba “.

Dalam perawatan Cocak Rawa, saya sehari-hari dan rutin dalam merawat burung tersebut, seperti burung-burung peliharaan lainnya. Perawatan burung Cocak Rawa sangat mudah dengan diberi buah pisang yang mengkal ( maksudnya tidak terlalu matang/masak ) dan disediakan makanan poor pada wadahnya yang digantungkan di sangkarnya, dan sesekali diberi jangkrik. Tidak perlu diberi makanan kroto. Dalam hal mandi, saya selalu memandikannya ketika sehabis kerja kantor pada saat itu masih 6(enam) hari jam kerja, sehingga sekitar jam 13.30 WIB atau jam 14.00 WIB Cocak Rawa saya masukkan di sangkar mandi, sementara saya sambil menunggu si Cocak Rawa mandi sendiri sepuasnya, sangkar yang seharian digunakannya saya bersihkan dan saya semprot dengan air sampai bersih jangan sampai ada sisa kotoran atau sisa makanan yang tertinggal di dalamnya yang berakibat banyak semut masuk di dalam sangkar tersebut. Kemudian setelah sangkar bersih dan Cocak Rawa telah puas dalam menceburkan badannnya ketika mandi, Cocak Rawa dipindahkan ke sangkarnya dan dijemur. Dalam penjemuran dibutuhkan waktu terhadap Cocak Rawa tersebut secukupnya. Mengapa secukupnya? .. Karena seperti yang pernah saya sajikan pada tulisan dalam artikel-artikel sebelumnya, bahwa kondisi dan karakter setiap burung sangatlah berbeda-beda meskipun burung itu sejenis. Lha .. pemberlakuan pada Cocak Rawa saya memerlukan waktu jemur sekitar kurang lebih 1 (satu) jam. Kemudian saya angin-anginkan atau dipindahkan di tempat yang agak teduh, dan diberi makan jangkrik yang masih kecil belum ada bulunya satu ekor. (Catatan : jangan sekali-kali setelah menjemur burung, sangkar terus ditutup kerudung). Hal ini berakibat fatal terhadap penampilan burung tersebut. Kemudian setelah kurang lebih setengah jam dalam kegiatan pendinginan suhu badan burung (diangin-anginkan) setelah dijemur, mulailah pengkerudungan sangkar bisa dilakukan. Begitulah setiap hari rutin yang saya lakukan dengan merubah-rubah pola sampai ditemukan setelan yang pas untuk karakter Cocak Rawa tersebut.

Burung Cocak Rawa saya ini, tidak pernah saya latih atau ditandingkan dalam latihan dengan.rekan-rekan sesama mania burung ocehan. Dan memang sangat jarang ada latihan bersama untuk ocehan burung Cocak Rawa di Tegal. Cocak Rawa tersebut, di rumah saya isi suaranya dengan burung master yaitu burung cocak Jenggot. Cocak Jenggot disamping sebagai master burung namun juga berfungsi sebagai pemancing agar Cocak Rawa ikut berkicau, meskipun ocehannya enkel tapi aktif berkicau dan rapet ocehannya.

Cocak Rawa - ku dalam Lomba - Cocak Rawa-ku dalam Lomba – Cocaka

Cucak Rawa dalam Lomba

“ Cocak Rawa “ saya dalam Lomba :

Cocak Rawa saya dalam lomba Burung Berkicau “ Purwokerto All Star “ yang didukung oleh PBI Cabang Banyumas di Purwokerto / Banyumas, Burung Cocak Rawa yang saya juluki dengan nama “ Gagak Rimang “, setelah melihat penampilan yang aktif megeluarkan ocehannya dan speechnya rapet meskipun enkel ocehannya, ke enam yuri ketika itu tanggal 10 Oktober 2004 memberikan penilaian sebagai juara IV (Empat).

Lain lagi dalam Lomba Burung Berkicau yang diselenggarakan oleh PBI Cabang Pekalongan yang Bekerja sama dengan PBI Cabang Tegal, Pemalang, Brebes dalam event “ Canting Cup “ tanggal 29 Agustus 2004 di Wisma Karesidenan Pekalongan, Jl. Diponegoro No. 1 Pekalongan. Cocak Rawa yang saya juluki “ Gagak Rimang “ oleh ke 6 (enam) dewan yuri setelah melihat penampilan dan ocehannya dinilai sebagai juara IV (Empat). dan seterusnya setiap lomba 4 (empat) kali dilombakan pada event –event lainnya, selalu mendapatkan juara yang sama. Sampai disitu batas kemampuan Cocak Rawa Saya.

Cocak Rawa - ku dalam Lomba - Cocak Rawa-ku dalam Lomba – Cocaka

Piagam Penghargaan Cocak Rawa saya

Piagam Penghargaan Cocak Rawa saya
" Purwokerto All Star " dan " Canting Cup "

Foto aneka sangkar produk Citra Sangkar Solo

Foto aneka sangkar produk Citra Sangkar Solo
Aneka Sangkar
Tidak ada entri.
Tidak ada entri.